Saturday, March 31, 2012

Lambang dan Semboyan NKRI

|

GARUDA PANCASILA
Garuda Pancasila merupakan lambang negara Indonesia. Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno. Garuda merupakan burung dalam mitologi Hindu, sedangkan Pancasila merupakan dasar filosofi negara Indonesia.

Lambang negara Garuda diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958 [1]

Lambang Garuda Pancasila dibuat tidak asal-asalan, tetapi di setiap bagian mengandung makna tersendiri. Makna dari Garuda Pancasila adalah sbb:


* Burung Garuda melambangkan kekuatan
o Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
* Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
o Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
1. Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa [sila ke-1]


1. Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia [sila ke-3]
2. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan [sila ke-4]
3. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia [sila ke-5]
o Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
o Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa
* Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
o Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
o Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
o Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
o Jumlah bulu di leher berjumlah 45
* Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu".
BHINNEKA TUNGGAL IKA
Semboyan Negara Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka berarti beraneka ragam. Tunggal berarti satu. Dan Ika berarti itu. Jadi Bhinneka Tunggal Ika berarti"beraneka ragam tapi satu" atau walaupun berbeda-beda tapi tetap satu, maksudnya bahwa Bangsa INdonesia itu bermacam-macam suku, warna kulit, etnus, ras, dan agama tetapi tetap satu kesatuan.
Konsep dari Bhinneka Tunggal Ika itu bukan dari sejarah baru Negara Indonesia, melainkan sejak Kerajaan Majapahit masih berdiri.
Seorang pujangga Kerajaan Majapahit yang bernama Mpu Tantular yang pertama yang mengatakan kalimat tersebut.Dalam karya sastranya, Kitab Sutasoma dia menerangkan tentang doktrin perdamaian antara Agama Hindu dan Buddha.
Sekarang perkataan Mpu Tantular itu menjadi inspirasi bagi pemerintahan Indonesia dan menjadi semboyan Negara Indonesia.

0 comments:

Post a Comment

Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

My Banner

Copy kode di bawah masukan di blog anda, saya akan segera linkback kembali
Image by FlamingText.com

Recent Post

Sponsors

Copyright © 2011 Robbie Blog

Template N2y Shadow By Nano Yulianto